24 Desember 1865
6 Ruwah 1794 Jimakir
Primbon Jawa Tanggal 24 Desember 1865
Menurut perhitungan algoritma penanggalan kuno, tanggal 24 Desember 1865 Masehi jatuh pada penanggalan Jawa 6 Ruwah 1794 Jimakir. Elemen pancawara menyelaraskan hari ini dengan weton Minggu Legi (bobot neptu 10) yang bernaung di bawah siklus wuku Warigagung. Berdasarkan primbon, posisi spiritual naga dina (arah hari) menunjuk ke Timur. Sementara kalibrasi musim tanam berada pada Mangsa Kapitu yang dipayungi oleh Kurup Alip Rabu Wage.
Pedoman & Arah Hari Ini
Naga Dina (Arah)
Timur
Arah mata angin pantangan harian untuk bepergian.
Naga Sasi (Bulan)
Barat
Arah pantangan mistis naga pada bulan ini.
Sa'at Agung (Waktu Keberuntungan Harian)Bab 147
| Pukul | Nama Sa'at | Watak & Keterangan |
|---|---|---|
| 06:00 - 08:00 | Wiji | Tenteram, damai, gembira, dan bahagia. |
| 08:00 - 10:00 | Cahya | Terang, tangguh, dan segala tujuan tercapai. |
| 10:00 - 11:00 | Lara | Sebaiknya dihindari. |
| 11:00 - 13:00 | Rejeki | Menjadi tempat berlindung, selalu mendapat keuntungan/hasil. |
| 13:00 - 15:00 | Malaikat | Sebaiknya dihindari. |
| 15:00 - 17:00 | Puji | Sebaiknya dihindari. |
| 17:00 - 18:00 | Pati | Sebaiknya dihindari. |
Karakter & Watak Kelahiran
Watak Hari (Dina)Bab 97
Laku matahari: terang hatinya, rela ikhlas segala sesuatunya kepada sanak saudara, keras budinya, penyayang kepada bawahan, pembersih dan pandai berbicara, bisa memerintah orang tua.
Watak PasaranBab 99
Sumendi: diibaratkan Ratu atau Bupati. Peliharaannya kucing dan tikus. Wataknya kucing: waspada, luwes/jinak, hatinya gembira, tidak punya rasa curiga, celakanya jika difitnah (dipaeka), setelah difitnah baru keluar curiganya, bisa bergaul dengan yang kaya maupun miskin. Watak tikus: jika malam waspada terjaga, sangat berhati-hati, bingung hatinya karena dirinya sendiri, sedikit makanannya, gigitannya berbisa (omongannya tajam), sering dijebak orang, bisa membuat kejadian tiba-tiba, sangat memperhatikan perbuatan buruk dan baik. Selamatannya ayam, artinya jajanan pasar serba lengkap.
Kombinasi Hari & PasaranBab 100
Pelupa dan kurang cerdik kepandaiannya, kegemarannya main perempuan, yang sama-sama berbuat buruk dan menyimpang (ngiwa).
Watak Tanggal JawaBab 101
Bodoh dan pelupa pada segala pemikiran, ceroboh pada semua pekerjaan, malas tapi bersih pikirannya dalam bertani.
Watak Sasi (Bulan)Bab 102
Pendiam, jika berbicara tepat sasaran, disanjung/diagungkan oleh sesamanya.
Watak MangsaBab 103
Wataknya cengkiling (ringan tangan/suka memukul)
Peta Rezeki, Nasib & Profesi
Arah Profesi IdealBab 91
Bertani dan bertukang.
Profesi Berdasarkan WijiBab 92
Benih timur, benih kaum priyayi (bangsawan). Karakter: Masa muda yang berhias. Dimiliki oleh Hyang Bathara Endra dan anak Dyah Tara Dewi, kotanya kencanadi (emas), di kayangan samudra madu, burungnya nuri (atat) kembang yang jadi peliharaan raja, kayunya nagapuspa yang harum bunganya. Perawakannya pantas dan indah bagai isi taman sari. Keberuntungannya datang dari mengabdi, keluarnya sandang pangan berasal dari belas kasih atasan, banyak-sedikitnya pantas dan cukup.
Kondisi Nasib (Siklus 7)Bab 104
Bumikapetak: bisa menjadi petani (pekerja keras).
Kondisi Nasib (Siklus 8)Bab 105
Tenang dan pantang menyerah (sembada), jika diajari cepat tanggap (lantip), dalam amarahnya, pandai dan bisa menjadi dukun/penyembuh, tidak mau ditanya, cerewet, amat mencintai sanak saudaranya.
Kondisi Nasib (Siklus 9)Bab 106
Dangu watu: besar kemuliaannya hingga masa tua.
Pal Srigati (Grafik Rezeki 6 Tahunan)Bab 96
Nilai puncak grafik (skala 1-9) menandakan potensi limpahan rezeki pada masa usia tersebut.
Kecocokan Jodoh & Pasangan
Rekomendasi Weton Pasangan (Kecocokan Jodoh)Bab 15
Berdasarkan weton Minggu Legi (Sisa 1), berikut adalah rujukan perjodohan menurut primbon:
✅ Weton Pasangan Baik / Direkomendasikan:
- Sisa 1 ("baik"):
Minggu Legi, Selasa Pon, Jumat Wage - Sisa 2 ("baik"):
Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage, Jumat Legi - Sisa 9 ("menjadi penghulu (panutan)"):
Minggu Wage, Senin Legi, Sabtu Pahing
❌ Weton Pasangan Pantangan / Dihindari:
- Sisa 3 ("bertengkar"):
Minggu Pon, Senin Kliwon, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Wage - Sisa 4 ("bercerai"):
Minggu Kliwon, Senin Pahing, Kamis Legi, Jumat Pon, Sabtu Wage - Sisa 5 ("bercerai"):
Minggu Pahing, Rabu Pon, Jumat Kliwon, Sabtu Legi - Sisa 6 ("bercerai"):
Rabu Kliwon, Kamis Pon, Jumat Pahing - Sisa 7 ("menjadi musuh"):
Selasa Wage, Rabu Pahing, Kamis Kliwon, Sabtu Pon - Sisa 8 ("kematian (meninggal)"):
Senin Wage, Selasa Legi, Kamis Pahing, Sabtu Kliwon