Memuat...

 
Minggu Legi

17 September 1876

27 Ruwah 1805 Jimawal
Siklus Wuku
Kulawu
Wuku berganti setiap 7 hari, relevan dalam menentukan peruntungan.
Naga Dina (Arah)
Timur
Arah mata angin yang disarankan untuk dihindari saat bepergian.
Naga Sasi (Bulan)
Barat
Posisi mistis naga pada bulan ini untuk arah pencarian rezeki.
Pranatamangsa
Katiga
Sistem musim agraris yang mengatur harmonisasi alam.
Tahun & Windu
Windu Adi
Siklus 8 tahunan Jawa pengunci kalibrasi waktu.
Siklus Kurup
Alip Rabu Wage
Siklus 120 tahunan penyesuaian hari pertama siklus.

Profil & Watak Kelahiran

Rekomendasi Weton Pasangan (Kecocokan Jodoh)Bab 15

Berdasarkan weton Minggu Legi (Sisa 1), berikut adalah weton pasangan yang memiliki prospek baik menurut primbon:

  • Sisa 1 ("baik dan saling mengasihi"):
    Minggu Legi, Selasa Pon, Jumat Wage
  • Sisa 2 ("baik"):
    Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Wage, Jumat Legi
  • Sisa 9 ("menjadi tempat berlindung / pengayom"):
    Minggu Wage, Senin Legi, Sabtu Pahing
Watak DinaBab 97
Laku matahari: terang hatinya, rela ikhlas segala sesuatunya kepada sanak saudara, keras budinya, penyayang kepada bawahan, pembersih dan pandai berbicara, bisa memerintah orang tua.
Watak PasaranBab 99
Sumendi: diibaratkan Raja atau Bupati. Peliharaannya kucing dan tikus. Wataknya awas (waspada), sangat jinak, hatinya gembira, tidak punya rasa curiga, celakanya jika difitnah, setelah difitnah baru keluar kewaspadaannya, bisa bergaul dengan orang kaya maupun miskin. Watak tikus: jika malam terjaga, waspada, sangat berhati-hati, bingung hatinya karena dirinya sendiri, sedikit makanannya, gigitannya berbisa (omongannya tajam), segala yang digigit cepat mati, sering dijebak orang, bisa membuat kejadian tiba-tiba, sangat memperhatikan perbuatan buruk dan baik, besar keberuntungannya dan besar celakanya. Selamatannya ayam, artinya jajanan pasar yang lengkap.
Kombinasi Hari & PasaranBab 100
Pelupa dan kurang cerdik kepandaiannya, kegemarannya main perempuan, suka pada perbuatan buruk dan menyimpang.
Watak Tanggal JawaBab 101
Tidak ada rujukan spesifik dalam kitab primbon untuk tanggal ini.
Watak SasiBab 102
Pendiam, jika bicara tepat sasaran, disanjung oleh sesamanya.
Watak MangsaBab 103
Wataknya pelit (kikir)
Arah Profesi / PakaryanBab 91
Bertani dan bertukang.
Arah Profesi Berdasarkan WijiBab 92
Benih timur, benih kaum priyayi (bangsawan). Pemuda yang dihormati. Benih timur yang dimiliki Sang Hyang Bathara Endra dan putra Dyah Tara Dewi. Keberuntungannya dari mengabdi, sumber sandang pangannya berasal dari belas kasih atasan.
Kondisi Nasib (Siklus 7)Bab 104
Bumikapetak: bisa menjadi petani (pekerja keras).
Kondisi Nasib (Siklus 8)Bab 105
Suka berjalan-jalan (sering bepergian), berumah tangga sering pindah, tempat bermainnya jauh, jika memiliki doa/mantra tidak manjur dan malah membuat kerusakan.
Kondisi Nasib (Siklus 9)Bab 106
Dangu watu: besar kemuliaannya hingga masa tua.
Pal Srigati (Siklus Rezeki 6 Tahunan)Bab 96
Nilai tinggi (skala 1-9) menandakan potensi rezeki melimpah pada rentang usia tersebut.

Primbon Jawa Tanggal 17 September 1876

Menurut perhitungan algoritma penanggalan kuno, tanggal 17 September 1876 Masehi jatuh pada penanggalan Jawa 27 Ruwah 1805 Jimawal. Elemen pancawara menyelaraskan hari ini dengan weton Minggu Legi (bobot neptu 10) yang bernaung di bawah siklus wuku Kulawu. Berdasarkan primbon, posisi spiritual naga dina (arah hari) menunjuk ke Timur. Sementara kalibrasi musim tanam berada pada Mangsa Katiga yang dipayungi oleh Kurup Alip Rabu Wage.